Pemilu Uang

Anak Cucu Soeharto Ini Tak Nyoblos di Menteng


Jakarta - Angka golput di Kelurahan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat cukup banyak. Hal ini terjadi di salah satu tempat pemungutan suara yaitu di TPS 02 Gondangdia, Menteng.

Dari perhitungan rekapitulasi suara di TPS tersebut, ada sekitar 162 DPT yang diprediksi tidak ikut mencoblos. Jumlah ini cukup besar dari total DPT yakni 424 DPT dengan rincian 194 laki-laki dan 230 perempuan.

"Enggak tahu alasannya apa. Mungkin telat datang atau sengaja tidak datang. Mungkin ada juga yang ngajuin form A5 untuk milih nyoblos di luar negeri," kata Ketua KPPS TPS 02 Gondangdia, Aida Mustofa di sela-sela proses perhitungan suara, Rabu (9/4).

Menurutnya, memang ada sebagian warga yang datang telat dan tidak bisa menggunakan hak pilihnya. "Mungkin ada yang seperti itu. Tadi kelihatan kan," ujar perempuan berkacamata itu.

Berdasarkan pengamatan, di TPS 02 Gondangdia memang terdapat warga yang telat datang ke TPS. Di TPS ini masih terdapat sebagian warga yang tidak mencoblos karena telat datang.

Namun, ada juga yang memang sengaja tidak datang seperti anggota keluarga mantan Presiden Soeharto seperti misalnya putra keduanya Sigit Harjojudanto dan cucunya Gendis Siti Hatmani yang tidak datang ke TPS. Menantu yang juga mantan istri Bambang Trihatmojo, Halimah Agustina juga tidak menggunakan hak pilihnya. Padahal, nama mereka terdapat dalam DPT di TPS 02 Gondangdia.

"Biasanya pak Sigit, Mba Gendis datang. Di Pilgub kemarin juga nyoblos. Cuma enggak tahu sekarang kenapa enggak datang," sebut anggota KPPS TPS 02 Gondangdia, Lainico.

Dari hasil perhitungan suara di TPS ini, PDIP ditempel ketat Partai Gerindra. Namun, hasil akhir dimenangkan PDIP.

Batam - Ada pemilih siluman di Batam Kepulauan Riau. Mereka ditangkap petugas dan mengaku dibayar Rp 200 ribu untuk mencoblos di TPS tertentu. Orang yang mengkoordinir wanita-wanita itu juga ditangkap.

Para wanita mencoblos di TPS 19 Kampung Belimbing Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong, Rabu (9/4/2014). Meski tak membawa surat undangan lazimnya pemilih pada umumnya, mereka pede. Bekalnya hanya KTP dan surat undangan khusus.

Anggota Panwaslu Batam Reza Syailendra menyebutkan 10 wanita tersebut diangkut dengan menggunakan mobil ke dekat TPS. Kemudian mereka mencoblos menggunakan KTP. Petugas mulai curiga karena identitas mereka berbeda dengan data KPPS.

"Mereka dikoordinir dari kawasan industri Muka Kuning (Batam)," kata Reza.

Salah satu pemilih siluman tersebut, Lia (21) mengaku dijanjikan uang Rp 200 ribu usai mencoblos dua caleg DPRD Batam dan DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari 2 partai berbeda. "Disuruh nyoblos itu (dua caleg)," katanya.

Selain para wanita, Panwaslu juga menangkap seorang pria berinisial DH yang merupakan tim sukses caleg DPRD Kota Batam. Saat ini, mereka diamankan di Mapolsek Bengkong.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mascherano Tinggalkan Barca di Akhir Musim

Marquez teratas

Final Liga Champion Jadi Penanda Mustang In Eropa